11 Hasil Pembuatan Minyak Bumi Beserta Manfaatnya - Autoexpose
Advertisement
Bensin selaku materi bakar kendaraan yang kita gunakan saban hari ialah salah satu hasil pembuatan minyak bumi. Selain bensin ternyata masih banyak lagi hasil-hasil dari proses penyulingan minyak bumi.
Lalu apa saja ? simak uraiannya dibawah.
Sekilas ihwal pembuatan minyak bumi , bahwa minyak bumi itu mengandung berbagai senyawa hidrokarbon yang masih becampur aduk. Untuk memisahkan antar senyawa tersebut , ada 6 tahapan tergolong tahap distilasi.
Distilasi sendiri ialah proses pemanasan minyak bumi hingga mendidih , lantaran senyawa hidrokarbon didalam minyak bumi ini mempunyai titik didih yang berlainan maka setiap jenis hidrokarbon ini akan menguap sendiri-sendiri.
Oleh alasannya yakni itu hidrokarbon didalam minyak bumi sanggup dipisahkan. Namun , hasil dari distilasi masih berupa fraksi yang kompleks. Dan perlu dijalankan proses lanjutan menyerupai cracking , alkinasi , dan blending.
Hasilnya , berupa produk-produk olahan minyak bumi menyerupai yang kita jelaskan dibawah.
Minyak bumi mengarah pada zat yang gampang terbakar , itu benar sekali tetapi hasil olahan dibawah ini tidak seluruhnya berwujud materi bakar lantaran ada juga hasil olahan yang dipakai selaku materi baku menghasilkan sesuatu.
1. LPG

LPG ( liquid petroleum gas) ialah hidrokarbon ringan berupa gas yang dicairkan didalam tabung dengan menurunkan suhu dan menaikan tekanannya.
LPG tediri dari hidrokarbon ringan menyerupai propana (C3H8) dan butana (C4H10) , dalam suhu kamar LPG akan berwujud gas. Oleh alasannya yakni itu LPG diposisikan dalam suatu tabung kedap udara.
Tipikal dari gas ini tidak berwarna dan tidak berbau , tetapi dalam pembuatan lanjutan LPG dicampurkan zat mercaptan mudah-mudahan gas LPG mempunyai bacin menyengat. Zat tersebut berfungsi selaku indikator apabila gas bocor.
Penggunaan LPG selain selaku materi bakar kompor yakni materi bakar mesin BBG menyerupai bus transjakarta dan bajai BBG.
2. Bensin

Bensin ialah senyawa hidrokarbon cair yang terdiri terbentuk dari oktana (memiliki 8 atom karbon permolekul). Sifat bensin , yakni gampang menguap dan gampang terbakar sehingga cocok untuk materi bakar mesin.
Penggunaan bensin yakni selaku materi bakar kendaraan , tetapi sebelum dipakai selaku materi bakar bensin mesti dirampungkan ketahap pembuatan blending.
Tujuannya untuk mengembangkan mutu dan mutu bensin , pada tahap blending tersebut akan disertakan zat aditif sehingga keluar jenis bensin dengan grade berbeda-beda (seperti premium , pertalite dan pertamax).
3. Solar
Solar atau materi bakar diesel yakni hidrokarbon cair yang didapat dari fraksi kerosin. Dengan kata lain , materi bakar diesel ini diperoleh setelah melalui tahap cracking.
Solar mempunyai 9 hingga 25 atom karbon permolekul , titik didihnya juga sungguh tinggi yakni meraih 350 derajat celcius. Meski demikian , diesel mengandung energi yang besar dari pada bensin lantaran mempunyai densitas 11% lebih tinggi ketimbang bensin.
Oleh alasannya yakni itu , solar dipakai untuk mesin-mesin yang membutuhkan torsi besar menyerupai truk , bus , mesin-mesin industri.
Namun sebelum diaplikasikan , solar mesti melalui tahap pencucian untuk menetralisir kandungan sulfur yang tinggi.
4. Minyak tanah

Minyak tanah yakni hidrokarbon cair yang mempunyai 12 hingga 15 atom karbon per-molekul. Minyak tanah ini diperoleh dari fraksi kerosin sama menyerupai solar.
Di Indonesia , penggunaan minyak tanah banyak diaplikasikan untuk materi bakar kompor. Namun semenjak kompor gas terkenal , minyak tanah kurang digemari lagi. Hal tersebut dikarenakan , minyak tanah mengandung zat pengotor meski sudah melalui proses pemurnian dan bersifat korosif.
Selain selaku materi bakar kompor , minyak tanah juga dipakai selaku materi untuk menghasilkan semprotan pengusir serangga.
5. ATF
ATF (aviation turbin fuel) atau disebut avtur yakni materi bakar khusus pesawat dengan mesin jet. Avtur diperoleh dari fraksi kerosin sehingga sifatnya memang mirip. Meski demikian , avtur sudah melalui proses blending dengan hidrokarbon lain dan materi aditif lainnya.
Sehingga sifat kerosin yang korosif dan mengandung zat pengotor sanggup dihilangkan.
Avtur mengandung hidrokarbon dengan 8 hingga 16 atom karbon. Selain itu , pada avtur jenis Jet-B mengandung hidrokarbon bejenis naftalena.
Beberapa zat aditif yang disertakan pada avtur antara lain , antioksidan , antistatic agents , corrosion inhibitor , metal deactivator dan biocide.
6. Avgas

Avgas intinya sama menyerupai bensin yang dipakai untuk kendaraan , tetapi avgas dipakai untuk pesawat dengan mesin piston menyerupai cessna. Perbedaanya dengan bensin , cuma pada densitinya yang sedikit lebih rendah.
Itu dikhususkan mudah-mudahan RPM mesin sanggup lebih tinggi sehingga baling-baling pesawat sanggup berputar cukup kencang.
7. Oli

Oli yakni hidrokarbon kental berwarna hitam yang mempunyai lebih dari 20 atom permolekul. Fraksi oli secara lazim dipakai selaku materi dasar pengerjaan pelumas mesin yang dipakai pada kendaraan atau mesin-mesin industri.
Meski kini sudah ada oli full sintetik , nyatanya oli mineral masih digemari lantaran harganya lebih terjangkau.
Komposisi oli mineral tediri dari 90% hidrokarbon , dan sisanya zat aditif. Zat aditif pada pada oli dipakai untuk mengendalikan grade kekentalan oli dan kualitasnya (API).
8. Parafin wax
Parafin wax yakni benda padat bertekstur lunak yang tidak berwarna dan tidak berbau. Parafin wax intinya residu atau zat sisa dari proses penyulingan minyak bumi. Meski ada banyak zat residu , parafin wax merujuk pada jenis hidrokarbon alkana.
Memiliki rantai karbon 20 hingga 40 , dengan sifat elastisitas dan isolasi yang baik.
Penggunaan paraffin wax yakni selaku materi pembuat karet ban , isolator kabel dan komponen kelistrikan , serta selaku pollish pada furniture (Parrafin wax furniture).
9. Aspal
Aspal yakni hidrokarbon berupa cairan viscoelastis berwarna hitam dan bersifat melekat. Aspal ini berupa cairan viscoelastis , artinya terlihat padat pada suhu ruangan padahal aspal bahwasanya cairan yang sungguh kental.
Aspal berisikan hidrokarbon sisa dari proses penyulingan yang tidak menguap setelah proses distilasi. Oleh alasannya yakni itu , kandungan aspal bercampur baik hidrokarbon bosan , tak bosan dan aromatik yang mempunyai atom karbon meraih 150 per molekul.
Selain hidrokarbon , aspal juga mengandung nitrogen , oksigen dan sulfur tetapi dalam kuantitas yang sungguh kecil. Kegunaan aspal yakni selaku pelapis jalan.
10. Naftalena
Naftalena ialah hidrokarbon aromatik dengan rumus C10H8 , berupa padatan berwarna putih. Meski bentuknya padat , nafta sanggup menyublim (berubah wujud menjadi gas) dikala berada disuhu ruang.
Contoh penggunaan nafta dalam kehidupan sehari-hari selaku materi baku pengerjaan kamper. Pada skala industri , naftalena dipakai selaku pelarut reaksi intermediet menyerupai reaksi sulfonasi , reaksi polimerisasi , dan rekasi neutralisasi
11. Petroleum Eter
Petroleum eter atau biasa disebut benzena yakni senyawa hidrokarbon aromatik dengan yang mempunyai 6 atom karbon. Benzena mempunyai sifat menyerupai bensin yang gampang terbakar dan gampang menguap disuhu ruangan.
Benzena biasa dipakai selaku pelarut non-polar pada industri. Namun turunan dari benzena memiliki kegunaan lain , menyerupai stirena untuk menghasilkan insulator listrik , polimer sintetik dan sol sepatu , kemudian fenol selaku zat desinfektan.
Lalu apa saja ? simak uraiannya dibawah.
Sekilas ihwal pembuatan minyak bumi , bahwa minyak bumi itu mengandung berbagai senyawa hidrokarbon yang masih becampur aduk. Untuk memisahkan antar senyawa tersebut , ada 6 tahapan tergolong tahap distilasi.
6 Tahap Pengolahan Minyak Bumi
Distilasi sendiri ialah proses pemanasan minyak bumi hingga mendidih , lantaran senyawa hidrokarbon didalam minyak bumi ini mempunyai titik didih yang berlainan maka setiap jenis hidrokarbon ini akan menguap sendiri-sendiri.
Oleh alasannya yakni itu hidrokarbon didalam minyak bumi sanggup dipisahkan. Namun , hasil dari distilasi masih berupa fraksi yang kompleks. Dan perlu dijalankan proses lanjutan menyerupai cracking , alkinasi , dan blending.
Hasilnya , berupa produk-produk olahan minyak bumi menyerupai yang kita jelaskan dibawah.
Hasil Olahan Minyak Bumi
Minyak bumi mengarah pada zat yang gampang terbakar , itu benar sekali tetapi hasil olahan dibawah ini tidak seluruhnya berwujud materi bakar lantaran ada juga hasil olahan yang dipakai selaku materi baku menghasilkan sesuatu.
1. LPG
LPG ( liquid petroleum gas) ialah hidrokarbon ringan berupa gas yang dicairkan didalam tabung dengan menurunkan suhu dan menaikan tekanannya.
LPG tediri dari hidrokarbon ringan menyerupai propana (C3H8) dan butana (C4H10) , dalam suhu kamar LPG akan berwujud gas. Oleh alasannya yakni itu LPG diposisikan dalam suatu tabung kedap udara.
Tipikal dari gas ini tidak berwarna dan tidak berbau , tetapi dalam pembuatan lanjutan LPG dicampurkan zat mercaptan mudah-mudahan gas LPG mempunyai bacin menyengat. Zat tersebut berfungsi selaku indikator apabila gas bocor.
Penggunaan LPG selain selaku materi bakar kompor yakni materi bakar mesin BBG menyerupai bus transjakarta dan bajai BBG.
2. Bensin
Penggunaan bensin yakni selaku materi bakar kendaraan , tetapi sebelum dipakai selaku materi bakar bensin mesti dirampungkan ketahap pembuatan blending.
Tujuannya untuk mengembangkan mutu dan mutu bensin , pada tahap blending tersebut akan disertakan zat aditif sehingga keluar jenis bensin dengan grade berbeda-beda (seperti premium , pertalite dan pertamax).
3. Solar
Solar atau materi bakar diesel yakni hidrokarbon cair yang didapat dari fraksi kerosin. Dengan kata lain , materi bakar diesel ini diperoleh setelah melalui tahap cracking.
Solar mempunyai 9 hingga 25 atom karbon permolekul , titik didihnya juga sungguh tinggi yakni meraih 350 derajat celcius. Meski demikian , diesel mengandung energi yang besar dari pada bensin lantaran mempunyai densitas 11% lebih tinggi ketimbang bensin.
Oleh alasannya yakni itu , solar dipakai untuk mesin-mesin yang membutuhkan torsi besar menyerupai truk , bus , mesin-mesin industri.
Namun sebelum diaplikasikan , solar mesti melalui tahap pencucian untuk menetralisir kandungan sulfur yang tinggi.
4. Minyak tanah
Di Indonesia , penggunaan minyak tanah banyak diaplikasikan untuk materi bakar kompor. Namun semenjak kompor gas terkenal , minyak tanah kurang digemari lagi. Hal tersebut dikarenakan , minyak tanah mengandung zat pengotor meski sudah melalui proses pemurnian dan bersifat korosif.
Selain selaku materi bakar kompor , minyak tanah juga dipakai selaku materi untuk menghasilkan semprotan pengusir serangga.
5. ATF
ATF (aviation turbin fuel) atau disebut avtur yakni materi bakar khusus pesawat dengan mesin jet. Avtur diperoleh dari fraksi kerosin sehingga sifatnya memang mirip. Meski demikian , avtur sudah melalui proses blending dengan hidrokarbon lain dan materi aditif lainnya.
Sehingga sifat kerosin yang korosif dan mengandung zat pengotor sanggup dihilangkan.
Avtur mengandung hidrokarbon dengan 8 hingga 16 atom karbon. Selain itu , pada avtur jenis Jet-B mengandung hidrokarbon bejenis naftalena.
Beberapa zat aditif yang disertakan pada avtur antara lain , antioksidan , antistatic agents , corrosion inhibitor , metal deactivator dan biocide.
6. Avgas
Avgas intinya sama menyerupai bensin yang dipakai untuk kendaraan , tetapi avgas dipakai untuk pesawat dengan mesin piston menyerupai cessna. Perbedaanya dengan bensin , cuma pada densitinya yang sedikit lebih rendah.
Itu dikhususkan mudah-mudahan RPM mesin sanggup lebih tinggi sehingga baling-baling pesawat sanggup berputar cukup kencang.
7. Oli
Oli yakni hidrokarbon kental berwarna hitam yang mempunyai lebih dari 20 atom permolekul. Fraksi oli secara lazim dipakai selaku materi dasar pengerjaan pelumas mesin yang dipakai pada kendaraan atau mesin-mesin industri.
Meski kini sudah ada oli full sintetik , nyatanya oli mineral masih digemari lantaran harganya lebih terjangkau.
Komposisi oli mineral tediri dari 90% hidrokarbon , dan sisanya zat aditif. Zat aditif pada pada oli dipakai untuk mengendalikan grade kekentalan oli dan kualitasnya (API).
8. Parafin wax
Parafin wax yakni benda padat bertekstur lunak yang tidak berwarna dan tidak berbau. Parafin wax intinya residu atau zat sisa dari proses penyulingan minyak bumi. Meski ada banyak zat residu , parafin wax merujuk pada jenis hidrokarbon alkana.
Memiliki rantai karbon 20 hingga 40 , dengan sifat elastisitas dan isolasi yang baik.
Penggunaan paraffin wax yakni selaku materi pembuat karet ban , isolator kabel dan komponen kelistrikan , serta selaku pollish pada furniture (Parrafin wax furniture).
9. Aspal
Aspal yakni hidrokarbon berupa cairan viscoelastis berwarna hitam dan bersifat melekat. Aspal ini berupa cairan viscoelastis , artinya terlihat padat pada suhu ruangan padahal aspal bahwasanya cairan yang sungguh kental.
Aspal berisikan hidrokarbon sisa dari proses penyulingan yang tidak menguap setelah proses distilasi. Oleh alasannya yakni itu , kandungan aspal bercampur baik hidrokarbon bosan , tak bosan dan aromatik yang mempunyai atom karbon meraih 150 per molekul.
Selain hidrokarbon , aspal juga mengandung nitrogen , oksigen dan sulfur tetapi dalam kuantitas yang sungguh kecil. Kegunaan aspal yakni selaku pelapis jalan.
10. Naftalena
Naftalena ialah hidrokarbon aromatik dengan rumus C10H8 , berupa padatan berwarna putih. Meski bentuknya padat , nafta sanggup menyublim (berubah wujud menjadi gas) dikala berada disuhu ruang.
Contoh penggunaan nafta dalam kehidupan sehari-hari selaku materi baku pengerjaan kamper. Pada skala industri , naftalena dipakai selaku pelarut reaksi intermediet menyerupai reaksi sulfonasi , reaksi polimerisasi , dan rekasi neutralisasi
11. Petroleum Eter
Petroleum eter atau biasa disebut benzena yakni senyawa hidrokarbon aromatik dengan yang mempunyai 6 atom karbon. Benzena mempunyai sifat menyerupai bensin yang gampang terbakar dan gampang menguap disuhu ruangan.
Benzena biasa dipakai selaku pelarut non-polar pada industri. Namun turunan dari benzena memiliki kegunaan lain , menyerupai stirena untuk menghasilkan insulator listrik , polimer sintetik dan sol sepatu , kemudian fenol selaku zat desinfektan.
Tidak ada komentar untuk "11 Hasil Pembuatan Minyak Bumi Beserta Manfaatnya - Autoexpose"
Posting Komentar