3 Proses Pembentukan Batubara (Teori Lengkap + Gambar) - Autoexpose
Advertisement
Dari mana batubara berasal ? mungkin pertanyaan itu masih ada dikepala anda. Kita tahu bila batubara itu berasal dari proses pertambangan yang dijalankan dengan menggali tanah.


Tapi yang menjadi pertanyaan , bagaimana batubara sanggup terbentuk didalam tanah ? darimana asalnya dan bagaimana prosesnya ?
Kita akan membahasnya secara rincian dan mudah dimengerti.
Proses Pembentukan Batu Bara
Batu bara merupakan batuan sedimen yang memiliki sifat seumpama minyak bumi yaitu mudah terbakar alasannya merupakan mengandung hidrokarbon. Asal batubara itu bekerjsama sama seumpama asal minyak bumi , yaitu dari materi organik seumpama flora atau hewan.
Hanya saja ada perbedaan proses yang menyebabkan antara batubara dan minyak bumi memiliki perbedaan fisik.
Tahap permulaan , pembentukan batubara merupakan di saat pohon-pohon dizaman purba mati. Setelah itu dalam keadaan tertetu terjadilah beberapa proses.
1. Tahap pembusukan
Material organik yang mati akan mengalami pembusukan oleh basil begitu pula dikala pohon-pohon tumbang. Hasil dari pembusukan ini bekerjsama akan merubah bentuk pohon menjadi struktur tanah.
Namun pada keadaan tertentu , pembusukan tidak akan merusak seluruh fisik pohon. Contohnya dikala pohon tersebut terendam didalam rawa/perairan yang memiliki kadar oksigen rendah.
Kondisi tersebut akan menghasilkan pembusukan pohon terhambat , sehingga akan menyisihkan meterial-material lunak yang mau mengendap didasar rawa.
2. Tahap pembentukan gambut
Material-material lunak tersebut akan menumpuk dan kian menumpuk sehingga tumpukan sisa pembusukan pohon tersebut bermetamorfosis gambut. Proses pergantian materi organik seumpama batang pohon menjadi gambut , cuma akan belangsung dikala batang pohon tersebut berada pada lingkungan yang memiliki kadar oksigen rendah.
Sehingga dalam waktu tertentu , batang-batang pohon tersebut akan menjadi struktur tanah yang kaya akan kandungan materi organik atau gambut. Jenis tanah ini bekerjsama sudah memiliki hidrokarbon dan sanggup dijadikan materi bakar.
Dalam proses pembentukan kerikil bara , gambut materi baku dari terbentuknya batubara ,
3. Tahap Coalification
Secara sederhana , coalification merupakan tahap dimana gambut berubah baik secara fisik atau kimia menjadi material padat berwarna hitam atau biasa disebut batubara (coal). Namun , dari semua proses tahap inilah yang paling banyak mengkonsumsi waktu.
Jadi prosesnya , gambut akan terendam oleh lapisan tanah. Lapisan tanah itu sanggup menguruk gambut alasannya merupakan aspek geologis , entah alasannya merupakan tanah itu terbawa oleh ajaran rawa atau akhir pelapukan tanah. Intinya , tanah yang menguruk gambut akan memamerkan tekanan pada gambut tersebut.
Akibatnya , gambut akan kian depresi kebawah tanah dan temperatur gambut akan kian meningkat.
Saat gambut depresi , maka kadar air pada gambut akan dipaksa keluar sehingga struktur gambut lambat laun bermetamorfosis padat.
Semakin usang rentang waktunya , lapisan tanah yang menguruk gambut akan kian tebal. Sehingga kian usang tekanan dan temperatur gambut akan kian meningkat , dikala proses ini berjalan selama jutaan tahun gambut tersebut akan berubah wujud menjadi batuan padat berwarna hitam yang mengandung hidrokarbon atau batubara.
Batubara sendiri memiliki beberapa macam ;

- Lignit , merupakan batubara lunak berwarna cokelat yang mengandung 35 -75 % air. Batubara ini merupakan bentuk pertama dari dari gambut dikala proses coalification.
- Sub-bituminus , merupakan batubara berwarna cokelat kehitaman dengan kadar air masih banyak tetapi lebih rendah dari lignit. Batubara ini terbentuk akhir lignit yang kian depresi lapisan tanah diatasnya.
- Bituminus , merupakan batubara yang sudah memadat. Memiliki 68 -86 % karbon dan cuma 8 -10 % air. Jenis ini sanggup ditambang untuk dijadikan materi bakar.
- Antrasit , merupakan jenis batubara dengan kadar 86 - 98% karbon dan kurang dari 8% air. Antrasit ini merupakan jenis batubara dengan mutu terbaik dan waktu pembentukannya sungguh lama.
Dari keempat jenis batubara diatas , sanggup kita simpulkan bahwa kian dalam dan kian usang batubara tertimbun , maka kualitasnya akan kian baik. Itu dari aspek pembentukannya , namun yang menyeleksi mutu batubaranya bukan cuma itu.
Ada beberapa hal seumpama material dasar , aspek geologi , lokasi pengendapan dan lainnya.
Formasi Pembentukan Batubara
Ternyata dari sumber materialnya , ada dua deretan pembentukan batubara yaitu insitu , dan drift.
1. Formasi insitu
Merupakan deretan pembentukan batubara yang terjadi ditempat pohon-pohon itu berkembang , lazimnya diarea hutan lembap atau didekat rawa. Pada deretan ini , pohon-pohon yang tumbang akan pribadi karam didasar rawa tanpa mengalami perpindahan.
Batubara yang terbentuk pada deretan ini lazimnya lebih higienis dari materi pengotor tetapi kuantitasnya lazimnya sedikit.
2. Formasi drift
Formasi drift merupakan batubara yang terbentuk pada sebuah cekungan , dimana material dasarnya berupa pohon-pohon yang hanyut dari tempat lainnya. Kaprikornus secara sederhana , pada deretan ini pohon/ranting yang tumbang akan hanyut ke wilayah delta atau cekungan dimana semua material dari banyak sekali tempat tersebut akan terakumulasi untuk terjadi pembentukan humus.
Karena material dasarnya berasal dari pohon/ ranting yang hanyut , otomatis kuantitasya lebih banyak tetapi batubara yang didapat dari deretan ini juga memiliki banyak materi pengotor.
Tidak ada komentar untuk "3 Proses Pembentukan Batubara (Teori Lengkap + Gambar) - Autoexpose"
Posting Komentar