4 Jenis Batubara Beserta Karakteristiknya - Autoexpose
Advertisement
Batubara yang dipakai selaku materi bakar alternatif pada industri , ternyata memiliki klasifikasinya sendiri. Setiap jenis batubara memiliki mutu dan karakteristik yang berbeda-beda.

Bituminous coal merupakan jenis batubara berwarna hitam yang paling banyak dipakai pada industri dan PLTU. Jenis batubara ini memiliki mutu jauh lebih baik dari lignite.
Batubara ini terbentuk dari jenis sebelumnya , yaitu sub-bituminous coal yang kian dalam dan kian usang tertimbun , sehingga tekstur batubara menjadi keras dan warnanya menjadi lebih hitam.
Kandungan karbonya sendiri meraih 80% dari total beratnya , selain karbon bituminous coal juga terususun dari material hidrogen , welirang , nitrogen dan air.
Karakteristik bituminous coal antara lain ;
Batubara jenis ini juga dibedakan menjadi beberapa tingkatan , menyerupai Low volatile , medium volatile , high volatile A , B dan C. Volatile content merupakan zat penyususn batubara yang mudah menguap di saat dipanaskan pada suhu tertentu.
Semakin rendah volatile contennya , maka mutu batubara kian baik. Yang membedakan volatile content batubara , merupakan aspek pembentukan batubara itu sendiri. Bisa dari material dasarnya , gugusan pembentukan batubara dan keadaan geologi sekitar pembentukan batubara.
Lalu apa saja jenis batubara yang ada ? simak artikelnya dibawah.
Batubara merupakan batuan yang terbentuk dari material organik yang tertimbun selama jutaan tahun. Batuan ini memiliki sifat mudah terbakar alasannya merupakan memiliki kandungan hidrokarbon. Namun selain hidrokarbon , batubara juga memiliki kandungan yang lain menyerupai welirang dan air.
Komposisi kandungan itulah yang membedakan tiap mutu batubara.
Secara lazim , ada 4 jenis batubara
1. Lignite
Lignite atau batubara-cokelat merupakan jenis batubara muda yang gres tebentuk. Dikatakan batubara muda alasannya merupakan lignite merupakan bentuk pertama dari proses coalifaction dari gambut menjadi batubara.
Menurut observasi , lignite tebentuk sejak 251 juta tahun yang lalu. Atau dengan kata lain , material yang membentuk berasal dari zaman Mesozoic dan Cenozoic.
Menurut observasi , lignite tebentuk sejak 251 juta tahun yang lalu. Atau dengan kata lain , material yang membentuk berasal dari zaman Mesozoic dan Cenozoic.
Karakteristik lignite , antara lain ;
- Berwarna cokelat
- Memiliki energi yang sedikit (sekitar 10 - 20 MJ/Kg)
- Memiliki banyak materi pengotor (Sampai 40 - 75% materi pengotor)
- Kandungan elemen karbon cuma 60 hingga 70%
- Dan mengandung sekitar 9 - 19% debu
Karena tingkat efisiensinya yang sungguh minim , lignite tidak dipasarkan secara luas untuk keperluan transportasi atau industri. Lignit umumnya dipakai selaku materi bakar PLTU (pembangkit listrik tenaga uap).
2. Sub-bituminous

Sub-bituminous merupakan jenis batubara yang sedikit lebih bau tanah dari lignite tetapi masih sedikit lunak. Sehingga belum dapat disebut batubara sempurna. Sub-bituminous memiliki warna cokelat kehitaman dengan kadar air yang masih tinggi tetapi lebih rendah dibandingkan lignite.
Jenis batubara ini cuma memiliki 40 - 60 % karbon dan kandungan energinya 19 - 26 MJ/Kg. Meskipun memiliki sedikit karbon , sub-bituminous memiliki tekstur lebih padat ketimbang lignite sehingga berat jenisnya juga lebih berat dibandingkan lignite. Hal itulah yang membuat sub-bituminous memiliki energi lebih banyak.
Sub-bituminous juga banyak dipakai pada PLTU.
Sub-bituminous merupakan jenis batubara yang sedikit lebih bau tanah dari lignite tetapi masih sedikit lunak. Sehingga belum dapat disebut batubara sempurna. Sub-bituminous memiliki warna cokelat kehitaman dengan kadar air yang masih tinggi tetapi lebih rendah dibandingkan lignite.
Jenis batubara ini cuma memiliki 40 - 60 % karbon dan kandungan energinya 19 - 26 MJ/Kg. Meskipun memiliki sedikit karbon , sub-bituminous memiliki tekstur lebih padat ketimbang lignite sehingga berat jenisnya juga lebih berat dibandingkan lignite. Hal itulah yang membuat sub-bituminous memiliki energi lebih banyak.
Sub-bituminous juga banyak dipakai pada PLTU.
3. Bituminous coal
Bituminous coal merupakan jenis batubara berwarna hitam yang paling banyak dipakai pada industri dan PLTU. Jenis batubara ini memiliki mutu jauh lebih baik dari lignite.
Batubara ini terbentuk dari jenis sebelumnya , yaitu sub-bituminous coal yang kian dalam dan kian usang tertimbun , sehingga tekstur batubara menjadi keras dan warnanya menjadi lebih hitam.
Kandungan karbonya sendiri meraih 80% dari total beratnya , selain karbon bituminous coal juga terususun dari material hidrogen , welirang , nitrogen dan air.
Karakteristik bituminous coal antara lain ;
- Fixed karbon sekitar 60 - 80%
- Kandungan bubuk sekitar 6 - 12 %
- Energi yang dihasilkan meraih 35 MJ/Kg
Batubara jenis ini juga dibedakan menjadi beberapa tingkatan , menyerupai Low volatile , medium volatile , high volatile A , B dan C. Volatile content merupakan zat penyususn batubara yang mudah menguap di saat dipanaskan pada suhu tertentu.
Semakin rendah volatile contennya , maka mutu batubara kian baik. Yang membedakan volatile content batubara , merupakan aspek pembentukan batubara itu sendiri. Bisa dari material dasarnya , gugusan pembentukan batubara dan keadaan geologi sekitar pembentukan batubara.
4. Antrasit
Batubara antrasit merupakan jenis batubara keras yang berwarna hitam mengkilat , secara fisik memang nyaris sama menyerupai bitumonous coal namun antrasit memiliki tekstur lebih padat , mengkilat dan lebih minim debunya.
Secara lazim , antrasit merupakan jenis batubara dengan grade tertinggi alasannya merupakan dari semua jenis batubara tipe inilah yang memiliki kandungan carbon yang paling banyak , sehingga energi yang dihasilkan juga jauh lebih banyak dari jenis bituminous coal.
Karekteristik antrasit antara lain ;
Meski ini merupakan grade batubara terbaik , penggunaan antrasit pada skala industri cukup jarang. Hal itu dikarenakan jumlah antrasit pada alam itu lebih minim dan ongkos buatan yang mahal sehingga harganya juga akan sungguh mahal.
Batubara antrasit merupakan jenis batubara keras yang berwarna hitam mengkilat , secara fisik memang nyaris sama menyerupai bitumonous coal namun antrasit memiliki tekstur lebih padat , mengkilat dan lebih minim debunya.
Secara lazim , antrasit merupakan jenis batubara dengan grade tertinggi alasannya merupakan dari semua jenis batubara tipe inilah yang memiliki kandungan carbon yang paling banyak , sehingga energi yang dihasilkan juga jauh lebih banyak dari jenis bituminous coal.
Karekteristik antrasit antara lain ;
- Berwarna hitam pekat
- Kandungan fixed karbon diatas 80%
- Sedikit mengandung materi pengotor
- Energi yang dihasilkan diatas 35 MJ/Kg
- Lebih sukar terbakar
- Asap pembakaran condong lebih bersih
Meski ini merupakan grade batubara terbaik , penggunaan antrasit pada skala industri cukup jarang. Hal itu dikarenakan jumlah antrasit pada alam itu lebih minim dan ongkos buatan yang mahal sehingga harganya juga akan sungguh mahal.
Tidak ada komentar untuk "4 Jenis Batubara Beserta Karakteristiknya - Autoexpose"
Posting Komentar