5 Teknik Pengumpulan Data Kualitatif Beserta Penjelasannya - Autoexpose
Advertisement
Dalam melakukan penelitian kualitatif , seorang peneliti mesti mengambil data dari apa yang hendak diteliti. Untuk mendapat data-data ini maka dipahami teknik pengumpulan data kualitatif.
Lalu seumpama apa tekniknya dan ada berapa macam teknik pengumpulan data ? kita akan membahasnya secara mendalam diartikel ini.
Seperti yang kita diskusikan sebelumnya , tata cara observasi kualitatif itu ada berbagai macam yang masing-masing memiliki perbedaan. Sehingga untuk menghimpun datanya juga ada beberapa teknik.
1. Teknik Studi literatur

Teknik pertama yakni studi literatur atau studi dokumen , seumpama namanya teknik ini berkonsentrasi pada sumber tertulis seumpama literatur , dokumen atau peninggalan apapun yang terkait obyek penelitian.
Meskipun demikian , seumpama yang dikemukakan sejarawan dari University College London , G.J Renier. Dokumentasi ini memiliki 3 arti ,
Sehingga dapat ditarik kesimpulan , studi literatur yakni aktifitas untuk mempelajari beberapa dokumen baik yang tertulis , audio video maupun karya monumental untuk mendapatkan data penelitian.
Dalam suatu observasi , studi literatur dapat dijadikan embel-embel dari pengamatan dan wawancara , bahkan seumpama yang dikemukakan sugiyono bahwa dapat diandalkan hasil observasi akan makin tinggi apabila melibatkan studi literatur.
2. Teknik Wawancara Mendalam

Wawancara yakni teknik mendapat gunjingan dari narasumber dengan tata cara mengajukan pertanyaan langsung. Pada observasi kualitatif , tata cara yang digunakan yakni teknik wawancara mendalam (in-depth interview).
Dalam melakukan wawancara , peneliti tidak cuma konsentrasi pada respon responden namun juga memperhatikan faktor psikis responden seumpama intonasi , kecepatan mengatakan , tatapan mata dan kepekaan non verbal.
3. Teknik Observasi

Secara sederhana , pengamatan yakni teknik pengumpulan data dengan memperhatikan secara eksklusif suasana obyek penelitian. Observasi lazimnya dijalankan diawal observasi untuk menggambarkan secara eksklusif situasi/kondisi apa yang diteliti untuk menyeleksi langkah berikutnya.
Hasil dari pengamatan berupa ruang/tempat , waktu , pelaku , obyek , kesibukan , sikap , dan rasa. Salah satu faedah pengamatan yakni peneliti akan mengenali citra lazim dari observasi yang sedang dijalani. Sehingga mudah untuk menyeleksi langkah berikutnya.
Observasi sendiri memiliki 2 jenis ;
4. Teknik Focus Group Discussion
Focus group discussion(FGD) yakni suatu kalangan diskusi yang terkonsentrasi untuk memetakan masalah-masalah yang dihadapi kalangan tersebut. Format teknik ini , peneliti akan mengajak suatu kalangan (biasanya berisikan 4 - 5 orang) untuk berdiskusi.
Hasil dari diskusi tersebut , peneliti dapat lebih mengetahui letak permasalahan sebenarnya. Sehingga akan sungguh menolong untuk penentuan langkah berikutnya.
Teknik ini memang seumpama dengan wawancara , namun yang membedakannya FGD memiliki suasana lebih santai seumpama ngobrol dengan sobat bahkan kadang ditemani camilan. Dalam melakukan FGD , peneliti cuma akan mengetahui sambil ikut berdiskusi tidak untuk menjadi moderator.
Karena apabila interaksi antara informan A dengan yang lain dikontrol oleh peneliti maka grup ini tidak lagi FGD melainkan Focus Group Interview( FGI). FGD yakni diskusi yang interaksinya berlangsung secara natural antar orang dalam kalangan tersebut.
5. Teknik Angket/kuisioner
Teknik kuisioner intinya sama seumpama wawancara mendalam teratur , tetapi pada kusinioner peneliti tidak mesti bertatap tampang secara langsung. Sebagai gantinya , peneliti akan menuliskan daftar pertanyaan dalam suatu kertas kemudian dibagikan ke responden.
Karena tidak terjadi tatap tampang , maka ada hal yang mesti diamati demi keberhasilan pengumpulan data ini. Seperti , isyarat pengisian mesti terang , penyeleksian kata pada tiap pertanyaan mesti dipahami oleh lazim , kolom respon mesti diadaptasi dengan pertanyaan.
Salah satu keistimewaan teknik ini , dapat menyingkat waktu terlebih jikalau ada lebih dari satu responden. Tapi kelemahannya , peneliti tidak bisa menggali lebih dalam diluar pertanyaan yang dituliskan. Sehingga tidak diusulkan untuk pengambilan gunjingan yang membutuhkan pengertian mendalam.
Lalu seumpama apa tekniknya dan ada berapa macam teknik pengumpulan data ? kita akan membahasnya secara mendalam diartikel ini.
Seperti yang kita diskusikan sebelumnya , tata cara observasi kualitatif itu ada berbagai macam yang masing-masing memiliki perbedaan. Sehingga untuk menghimpun datanya juga ada beberapa teknik.
1. Teknik Studi literatur
Teknik pertama yakni studi literatur atau studi dokumen , seumpama namanya teknik ini berkonsentrasi pada sumber tertulis seumpama literatur , dokumen atau peninggalan apapun yang terkait obyek penelitian.
Meskipun demikian , seumpama yang dikemukakan sejarawan dari University College London , G.J Renier. Dokumentasi ini memiliki 3 arti ,
- Dalam arti luas dokumentasi dapat diartikan semua sumber baik tertulis maupun lisan.
- Dalam arti sempit , dokumentasi diartikan sumber tertulis saja.
- Dalam arti khusus , dokumentasi termasuk surat-surat resmi dan surat negara seumpama surat perjanjian , undang undang konsesi dan ghibah.
Sehingga dapat ditarik kesimpulan , studi literatur yakni aktifitas untuk mempelajari beberapa dokumen baik yang tertulis , audio video maupun karya monumental untuk mendapatkan data penelitian.
Dalam suatu observasi , studi literatur dapat dijadikan embel-embel dari pengamatan dan wawancara , bahkan seumpama yang dikemukakan sugiyono bahwa dapat diandalkan hasil observasi akan makin tinggi apabila melibatkan studi literatur.
2. Teknik Wawancara Mendalam
img by themuse.com
Wawancara yakni teknik mendapat gunjingan dari narasumber dengan tata cara mengajukan pertanyaan langsung. Pada observasi kualitatif , tata cara yang digunakan yakni teknik wawancara mendalam (in-depth interview).
- Wawancara mendalam digunakan untuk mendapatkan pemberitahuan secara rincian dan spesifik dari narasumber yang terlibat eksklusif dengan apa yang sedang diteliti. Teknik wawancara sendiri dibagi menjadi tiga jenis ,
- Wawancara teratur , yakni suatu wawancara dimana peneliti atau pewawancara telah merencanakan daftar pertanyaan.
- Wawancara bebas , ialah wawancara dimana pewawancara bebas menanyakan apapun tanpa merencanakan daftar pertanyaan.
- Wawancara semi-terstruktur , nyaris sama dengan wawancara teratur dimana pewawancara menyiapkan daftar pertanyaan tetapi tiap poin pertanyaan pewawancara bebas menggali lebih dalam dengan mengajukan pertanyaan yang tidak ada pada daftar.
Dalam melakukan wawancara , peneliti tidak cuma konsentrasi pada respon responden namun juga memperhatikan faktor psikis responden seumpama intonasi , kecepatan mengatakan , tatapan mata dan kepekaan non verbal.
3. Teknik Observasi
Secara sederhana , pengamatan yakni teknik pengumpulan data dengan memperhatikan secara eksklusif suasana obyek penelitian. Observasi lazimnya dijalankan diawal observasi untuk menggambarkan secara eksklusif situasi/kondisi apa yang diteliti untuk menyeleksi langkah berikutnya.
Hasil dari pengamatan berupa ruang/tempat , waktu , pelaku , obyek , kesibukan , sikap , dan rasa. Salah satu faedah pengamatan yakni peneliti akan mengenali citra lazim dari observasi yang sedang dijalani. Sehingga mudah untuk menyeleksi langkah berikutnya.
Observasi sendiri memiliki 2 jenis ;
- Observasi partisipatif , yakni aktifitas untuk memperhatikan dimana peneliti/pengamat melebur atau membaur dengan kalangan penduduk yang diamati. Pada pengamatan ini , peneliti tidak cuma menyaksikan namun juga dapat merasakan.
- Observasi non-partisipatif , yakni aktifitas untuk memperhatikan dimana peneliti/pengamat tidak membaur dengan kalangan yang diteliti. Dalam pengamatan ini , peneliti akan bikin jarak dan cuma melakukan tugasnya untuk memperhatikan apa yang dilihat. sehingga peneliti tidak mencicipi faktor psikis/emosional , tetapi dalam sisi objektifitas ini dapat lebih baik.
Lebih mendalam : Metode Observasi , Pengertian , Jenis , Tahapan dan Contohnya
4. Teknik Focus Group Discussion
Focus group discussion(FGD) yakni suatu kalangan diskusi yang terkonsentrasi untuk memetakan masalah-masalah yang dihadapi kalangan tersebut. Format teknik ini , peneliti akan mengajak suatu kalangan (biasanya berisikan 4 - 5 orang) untuk berdiskusi.
Hasil dari diskusi tersebut , peneliti dapat lebih mengetahui letak permasalahan sebenarnya. Sehingga akan sungguh menolong untuk penentuan langkah berikutnya.
Teknik ini memang seumpama dengan wawancara , namun yang membedakannya FGD memiliki suasana lebih santai seumpama ngobrol dengan sobat bahkan kadang ditemani camilan. Dalam melakukan FGD , peneliti cuma akan mengetahui sambil ikut berdiskusi tidak untuk menjadi moderator.
Karena apabila interaksi antara informan A dengan yang lain dikontrol oleh peneliti maka grup ini tidak lagi FGD melainkan Focus Group Interview( FGI). FGD yakni diskusi yang interaksinya berlangsung secara natural antar orang dalam kalangan tersebut.
5. Teknik Angket/kuisioner
Teknik kuisioner intinya sama seumpama wawancara mendalam teratur , tetapi pada kusinioner peneliti tidak mesti bertatap tampang secara langsung. Sebagai gantinya , peneliti akan menuliskan daftar pertanyaan dalam suatu kertas kemudian dibagikan ke responden.
Karena tidak terjadi tatap tampang , maka ada hal yang mesti diamati demi keberhasilan pengumpulan data ini. Seperti , isyarat pengisian mesti terang , penyeleksian kata pada tiap pertanyaan mesti dipahami oleh lazim , kolom respon mesti diadaptasi dengan pertanyaan.
Salah satu keistimewaan teknik ini , dapat menyingkat waktu terlebih jikalau ada lebih dari satu responden. Tapi kelemahannya , peneliti tidak bisa menggali lebih dalam diluar pertanyaan yang dituliskan. Sehingga tidak diusulkan untuk pengambilan gunjingan yang membutuhkan pengertian mendalam.
Tidak ada komentar untuk "5 Teknik Pengumpulan Data Kualitatif Beserta Penjelasannya - Autoexpose"
Posting Komentar