Widget HTML Atas

Bahas Lengkap 6 Proses Pembentukan Minyak Bumi - Autoexpose

Advertisement
Pernahkan anda berfikir , minyak bumi berasal dari mana ? saban hari minyak ini ditambang dari dasar maritim kemudian apa tidak akan habis , dan dari mana proses permulaan adanya minyak bumi ?

Ternyata minyak bumi yaitu material hasil dari suatu proses. Ini artinya , minyak bumi bukan material yang memang sudah ada sejak bumi diciptakan , melainkan tebentuk seiring waktu.

Lalu apa yang membentuk minyak bumi dan bagaimana prosesnya ?

A. Teori Pembentukan Minyak Bumi


Secara sederhana , minyak bumi terbentuk dari bahan-bahan organic yang terkubur didasar maritim dalam waktu yang usang sehingga menciptakan gas dan cairan yang gampang tebakar.

Ada tiga teori yang menerangkan pembentukan minyak bumi.

1. Teori Biogenetic

Pada teori biogenetik diterangkan bahwa minyak bumi dan gas alam tebentuk dari banyak sekali jasad organik seumpama binatang dan flora yang mengendap didasar perairan atau lumpur.

Jadi dengan kata lain , materi bakar fosil seumpama minyak itu berasal dari sisa penguraian flora atau binatang yang mati selama jutaan tahun. Pada dasar maritim , ini akan menciptakan minyak dan gas sementara pada daratan akan menciptakan watu bara.

Teori ini dikemukakan Macquir , seorang berkebangsaan Prancir pada tahun 1758.

2. Teori Anorganik

Teori yang dikemukakan Barthelot (1866) dan Mendeleyev (1877) menyebutkan bahwa minyak bumi terbentuk dari unsur-unsur kimia yang terkandung dalam tanah dan dipengaruhi suhu dan tekanan tinggi.

3. Teori Duplex

Teori duplex memadukan antara teori biogenetic dan anorganik , pada teori ini menyebutkan bahwa minyak bumi dan gas alam berasal dari organisme yang terkubur didasar laut. Kaprikornus organisme seumpama binatang dan flora yang mati ini akan menumpuk kedasar laut.

Lama kelamaan akan membentuk suatu endapan , dalam prosesnya selama jutaan tahun endapan organik tersebut akan terkubur dan terkubur oleh batuan/endapan lain. Sehingga akan mengembangkan suhu dan tekanannya.

endapan organik yang terkena suhu tinggi dalam waktu sungguh usang itu akan menciptakan bintik-bintik minyak dan gas.

Teori ini ialah teori yang paling dapat diterima golongan biasa , sehingga menjadi tumpuan untuk menerangkan darimana proses awalmulanya minyak bumi.

B. Proses Pembentukan Minyak Bumi


Untuk lebih detailnya , mari kita diskusikan satu persatu tahapan proses pembentukan minyak bumi menurut teori duplex.

1. Organisme mati dan menuju dasar laut

Materi organik ialah sumber energi dari minyak dan gas , kita semua tahu bahwa minyak dan gas ialah energi dan energi tidak sanggup dibentuk atau dimusnahkan.

Jadi minyak bumi intinya cuma pergeseran wujud energi dari energi yang terkandung didalam materi organik menjadi cairan dan gas yang mengandung hidrokarbon (mudah terbakar).

Pertanyaannya darimana materi organik yang sudah mati mendapat energi ?

Untuk tumbuhan , energinya sumber energinya berasal dari matahari lewat fotosintesis sementara binatang sumber energinya berasal dari apa yang dimakan. Sehingga ketika ada tumbuhan atau binatang mati akan menjinjing residual energi yang dapat menjelma wujud cair dan gas.

Materi-materi organik ini berasal dari mana saja , bisa dari ganggang yang hidup diperairan atau daun-daun pohon disekitar sungai yang terbawa sampai ke laut.

2. Organisme terkumpul dicekungan dasar laut

Materi organik tersebut akan terombang-ambing oleh arus didasar maritim dan terkumpul pada suatu cekungan didasar laut. Didalam cekungan inilah semua materi organik bemuara.

3. Tejadi proses pembentukan source rock/batuan induk

Materi organik akan terkumpul pada cekungan akhir arus bawah maritim , tetapi yang terkumpul didalam cekungan itu bukan cuma materi organik tetapi juga batuan. Batuan dan materi organik yang terkumpul dalam satu kawasan itu akan mengendap , endapan ini disebut source rock atau batuan induk.

Batuan induk memiliki kandungan karbon lantaran terbentuk dari batuan yang mengalami pengikisan dan materi organik. Batuan induk inilah bentuk permulaan dari pembentukan minyak bumi.

4. Batuan induk akan terkubur batuan-batuan lainnya

Dalam kurun waktu yang cukup usang , akan ada banyak batuan yang juga mengisi cekungan tersebut. Sehingga dalam kurun waktu tersebut , batuan induk akan terkubur. Semakin usang maka batuan induk akan terkubur kian dalam dan kian dalam.

5. Terjadi proses pemanasan batuan induk

Ketika batuan induk terkubur oleh batuan yang lain , maka proses pembentukan minyak dan gas berlangsung.

Prosesnya terjadi lantaran batuan induk yang mengandung karbon akan terkena panas dari inti bumi.

Ini sama saja seumpama memanggang sesuatu tetapi dalam waktu ribuan tahun. Dimana inti bumi berperan selaku kompornya , dan batuan diatas batuan induk akan menekan batuan induk sehingga pemanasan akan berjalan lebih efektif.

Hasilnya , batuan induk tersebut akan berubah wujud menjadi bintik-bintik minyak dan gas alam. Minyak yang dihasilkan masih berupa minyak mentah (belum bisa digunakan). Semakin dalam batuan tertimbun , maka suhu pemanasan akan kian tinggi dan itu akan menciptakan minyak lebih efektif


Tabel diatas membuktikan korelasi kedalaman batuan induk beserta suhunya dengan jenis materi bakar yang dihasilkan. Bisa dilihat , minyak mentah (Hijau) dihasilkan mulai suhu 40 derajat pada kedalaman 1.000 m dan akan kian efektif ketika meraih suhu 100 derajat pada kedalaman 2.500-3.000 m.

Sementara yang berwarna cokelat , ialah gas yang dihasilkan oleh aktifitas basil atau disebut biogenic metahane.

Baca pula 6 Jenis minyak bumi yang diperoleh dari minyak mentah

6. Minyak mentah menuju trap dan siap ditambang

Minyak mentah yang memiliki berat jenis lebih rendah ketimbang air akan bergerak keatas dan teperangkap pada batuan yang berupa mangkuk terbalik. Disinlah titik untuk mengebor/menambang minyak bumi.


C. Proses penambangan minyak bumi


Setelah melalui 6 tahapan diatas , maka minyak bumi sudah berupa liquid dan siap ditambang. Hanya saja , lantaran minyak bumi berada pada trap dibawah tanah maka perlu ditangani teknik khusus untuk mendapatkan lokasi trap tersebut.

Cara yang dipakai untuk mencari sumur-sumur minyak ini , memang sedikit rumit lantaran perlu memeriksa dari banyak sekali sudut pandang.

Yang pertama dari evaluasi satelit , andal geologi akan memeriksa permukaan batuan dari gambaran satelit untuk mendapatkan permukaan mana yang disinyalir terdapat sumur minyak dibawahnya.

Setelah itu , ada beberapa cara yang dipakai untuk evaluasi lebih lanjut seperti

Survey seismik untuk mendapatkan sumur minyak didasar laut

  • Survey gravitasi , yaitu mengukur medan gravitasi yang bermacam-macam lantaran disebabkan densitas minyak bumi.
  • Survey magnetik , yaitu mengukur perbedaan medan magnet lantaran pengaruh anutan minyak dibawah permukaan.
  • Survey seismik , yaitu tata cara pemantulan bunyi dimana sumber bunyi akan diarahkan kebawah tanah , bunyi yang diarahkan kebawah tanah akan dipantulkan menurut lapisan batuan dibawahnya. Untuk memeriksa pantulan bunyi , menggunakan controller khusus. Cara ini ialah cara yang sering ditangani bahkan bisa ditangani dilautan.


Setelah lokasi minyak sudah didapatkan dengan disokong data dari survey diatas , maka langkah selanjutnya yaitu pengeboran. Pengeboran lazimnya ditangani menggunakan alat RIG yang dapat menembus kedalaman 2.000 - 4.000 meter.

Setelah pengeboran , maka minyak bumi bisa ditambang.

Tidak ada komentar untuk "Bahas Lengkap 6 Proses Pembentukan Minyak Bumi - Autoexpose"