Perbedaan Rangkaian Seri Dan Paralel| Rumus Dan Contohnya - Autoexpose
Hai semua kembali lagi di blog autoexpose. Artikel ini akan membicarakan secara mendalam tetapi mudah dimengerti , semua hal ihwal rangkaian listrik.
Kita tahu ada dua jenis rangkaian listrik yakni seri dan paralel.
Dan yang pada lazimnya orang tahu , rangkaian seri itu segaris dan paralel itu yang bercabang.
Tapi mana yang lebih ekonomis ? mana yang lebih efisien ? mana yang lebih powerfull ? rangkaian seri atau paralel ?
Nah kita akan membahasnya.
Pertama , kita kenalan dahulu apa sih yang namanya rangkaian seri dan apa itu rangkaian paralel ?
Rangkaian seri itu dikala beban kelistrikan disusun segaris. Atau terminal dari beban-beban kelistrikan itu saling disambungkan satu sama lain. Lalu kedua ujung beban tersebut dihubungkan ke sumber listrik.
Itu akan membentuk suatu lingkaran. Inilah yang disebut rangkaian seri atau segaris.
Lalu rangkaian paralel , yakni rangkaian bercabang. Kalau pada seri , terminal antar beban itu disambungkan satu sama lain , kalau pada paralel terminal itu dikumpulkan pada dua buah kawat dan kawat itu dihubungkan ke sumber listrik.
Selain pada beban kelistrikan , rangkaian seri paralel ini juga bisa diaplikasikan untuk merangkai sumber listrik.
Lalu apa perbedaan kedua rangkaian ini ?
1.Perbedaan jumlah hambatan
Pada rangkaian seri , semua persoalan akan dijumlahkan. Kaprikornus misal ada 3 buah beban kelistrikan , maka ketiga persoalan pada beban itu akan dijumlahkan untuk mendapatkan nilai persoalan totalnya.
Rtotal = R1 + R2 + R3 + Rn
Sementara pada rangkaian paralel , ada rumus untuk mencari nilai persoalan totalnya. Rumusnya seumpama ini’
1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + 1/Rn
Sekarang kita ambil referensi , jikalau nilai persoalan pada R1 = 10 Ohm , R2 = 20 Ohm , R3 = 40 Ohm.
Jika dirangkai secara seri , Rtotal = 10 +20 +40 = 70 Ohm
Jika dirangkai secara paralel , Rtotal = 1/10 +1/20 +1/40 = 4/40 +2/40+1/40 = 7/40 = 40/7 = 5.7 Ohm.
Bedanya sungguh jauh bukan.
2.Perbedaan pada tegangan yang masuk
Ketika suatu beban dihubungkan secara seri , maka tegangan pada beban-beban itu tidak sama dengan tegangan sumbernya. Karena tegangan sumber akan dibagikan ke semua beban. Kaprikornus kian banyak beban maka kian kecil tegangan yang diterima tiap beban.
Vtotoal = V1+V2+V3+Vn
Kalau pada rangkaian paralel , tegangan yang masuk ke setiap beban itu sama dengan tegagan sumbernya. Kaprikornus mau sebanyak apapun bebannya kalau dirangkai secara paralel tegangannya tetap sama.
Vtotal = V1=V2=V3=Vn
Hal itu juga berlaku untuk rangkaian power source. Misal suatu baterai dirangkai secara seri , maka tegangannya akan bertambah 2x lipat. Namun kalau dirangkai secara paralel , tegangannya tidak nambah namun yang nambah mempunyai efek arusnya.
3.Perbedaan mempunyai efek arus
Beban pada rangkaian seri , akan mendapat mempunyai efek arus yang sama. Sementara pada rangkaian paralel , mempunyai efek arusnya tidak sama tiap beban.
Mungkin perlu diterangkan sedikit apa sih mempunyai efek arus itu ?
Kuat arus yakni intensitas yang membuktikan ajaran listrik , nah besarnya mempunyai efek arus yang mengalir itu bergantung pada nilai bebannya.
Jadi misal ada baterai 60 ampere , bukan memiliki arti arus yang mengalir ke beban itu 60 ampere. Nilai 60 ampere membuktikan mempunyai efek arus optimal yang dapat dikeluarkan baterai. Nah mempunyai efek arus real yang mengalir itu tergantung nilai persoalan tiap beban.
Jadi dikala beban dirangkai secara paralel , tiap beban akan mendapat arus berbeda. Sementara dikala dirangkai secara seri , mempunyai efek arus yang mengalir pada semua beban itu akan bergantung pada jumlan nilai persoalan pada beban seri tersebut.
Mungkin perlu saya kasih contoh.
Saya punya satu baterai 12 Volt dan dua lampu dengan nilai persoalan 20 Ohm dan 60 Ohm. Maka , apabila dirangkai secara seri , balasannya akan berlawanan dibandingkan kalau dirangkai secara paralel.
1.Kalau dirangkai secara seri
Sumber = 12 V
R1 = 20 ohm
R2 = 60 ohm
Rtotal = 20 + 60 = 80 ohm
Untuk menjumlah mempunyai efek arus kita bisa menggunakan rumus ini (V = I x R)
Maka mempunyai efek arusnya (I) = V/R = 12/80 = 0.15 ampere
Itu artinya , nilai arus yang mengalir pada R1 dan R2 itu 0.15 ampere. Lalu berapa nilai teganganya ? kita bisa mencarinya dengan rumus yang sama.
- V1 = I x R1 = 0.15 x 20 = 3 Volt
- V2 = I x R2 = 0.15 x 60 = 9 Volt
Jadi bisa ditarik kesimpulan , lampu satu akan mendapat dialiri listrik 3 volt 0.15 amp. Sementara lampu dua dialiri listrik 9 volt 0.15 ampere.
2.Kalau dirangkai secara paralel
Sumber = 12 V
R1 = 20 ohm
R2 = 60 ohm
1/Rtotal = 1/R1+1/R2 = 1/20 +1/60 = 3/60 +1/60 =4/60 =1/15
Jadi nilai persoalan total kalau dirangkai secara paralel yakni 15 ohm
Berapa mempunyai efek arusnya ?
Itotal = V/Rtotal = 12/15 =0.8 ampere
Jadi arus total yang mengalir ke rangkaian yakni 0.8 ampere , namun berapa arus pada masing-masing lampu ?
sesuai klarifikasi diatas , pada rangkaian paralel semua beban mendapat tegangan sama dengan sumbernya namun arusnya beda. Kaprikornus disini kita mesti hitung masing-masing.
- I1 = V/R1 = 12/20 = 0.6 ampere
- I2 = V/R2 = 12/60 = 0.2 ampere
Jadi , lampu satu dialiri listrik 12 volt 0.6 ampere. Sementara lampu 2 dialiri listrik 12 volt 0.2 ampere.
Terlihat bedanya kan ?
Supaya lebih terang , kita juga bisa menjumlah daya yang diperoleh tiap beban pada masing-masing rangkaian sehingga kita tahu mana yang lebih terang dan mana yang lebih hemat.
Rumus menjumlah daya listrik , yakni P = V x I
Jadi kita hitung saja.
1.Pada rangkaian seri
- Lampu 1 = 3 Volt 0.15 ampere , maka dayanya 3 x 0.15 = 0.45 watt
- Lampu 2 = 9 Volt 0.15 ampere , maka dayanya 9 x 0.15 = 1.35 watt
Kalau dijumlahkan , daya yang menggugah lampu yakni 1.8 watt.
2.Pada rangkaian paralel
- Lampu 1 = 12 Volt 0.6 ampere , maka dayanya 12 x 0.6 = 7.2 watt
- Lampu 2 = 12 Volt 0.2 ampere , maka dayanya 12 x 0.2 = 2.4 watt
Kalau dijumlahkan , dayanya yang menggugah lampu yakni 9.6 watt.
Jadi sanggup ditarik kesimpulan , dengan lampu yang serupa namun kalau beda rangkaian , maka balasannya akan beda. Rangkaian paralel lebih terang tetapi rangkaian seri lebih hemat.
Mungkin itu yakni sedikit pemberitahuan ihwal perbedaan rangkaian seri dan paralel. Semoga bermanfaat.


Tidak ada komentar untuk "Perbedaan Rangkaian Seri Dan Paralel| Rumus Dan Contohnya - Autoexpose"
Posting Komentar